|
Balikpapan, Tribun - Industri Peternakan Ayam Potong Halal dianggap memiliki progres yang sangat baik dalam pertemuan BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipina East ASEAN Growth Area) di Hotel Grand Senyiur Balikpapan. Peternakan ini rencananya bertempat di Brunei Darussalam.
Dalam pertemuan Tingkat Menteri (MM) BIMP-EAGA ke-9, Jumat (26/11), Ir Joko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum RI, selaku ketua, menyatakan mendukung seluruh proyek yang dihasilkan dari Pertemuan Tingkat Perjabat Tinggi (SOM) BIMP-EAGA ke-12 sehari sebelumnya. "Ada satu proyek yang terlihat akan memiliki progres sangat baik, yaitu peternakan ayam halal," tuturnya.
Proyek Halal Poultry Industry (Industri Peternakan Halal) yang didahului dengan Peternakan Ayam Potong Halal ini, merupakan flag project BIMP-EAGA yang melibatkan dua atau lebih negara anggota BIMP-EAGA, mensejahterakan rakyat banyak, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi di negara anggota BIMP-EAGA.
Lebih lanjut Joko mengatakan prgres tersebut terlihat dari telah adanya keterlibatan beberapa negara anggota BIMP-EAGA."Seperti Sulawesi Utara yang menyiapkan jagung sebagai pakan ternak dan peternakannya sendiri bertempat di Brunei Darussalam," ujarnya kepada, Tribun, Jumat (26/11).
Pihak BRunei sendiri yang bakal menjadi lokasi peternakan, melalui H Souyono Salamat, Deputy Director of Ports Brunei Darussalam, menuturkan, dengan terlibatnya Brunei Darussalam dalam Halal Poultry Industry ini, diharapkan industri peternakan ayam di Brunei bisa mengembangkan diri lebih maksimal lagi.
"Setelah pertemuan ini, kami akan mengadakan Working Group Meeting yang membahas lebih jauh mengenai masalah ini. Termasuk mengenai pembiayaan. Proyek ini harus jalan, apalagi telah didukung oleh pemerintah dari negara anggota BIMP-EAGA," paparnya.
Proyek Peternakan Ayam Halal yang mendapat sambutan baik dari seluruh negara anggota BIMP-EAGA pada First Decade of BIMP-EAGA ini, bertujuan untuk memenuhi konsumsi ayam potong di luar kawasan BIMP-EAGA. "Halal Poultry Industry ini lebih fokus pada ekspor ke negara di luar kawasan BIMP-EAGA, seperti Timur Tengah," terang DR Firman MU Tamboen, Deputi VI Menko Perekonomian RI, yang memimpin SOM BIMP-EAGA ke-9. (nit)
Taken from Kaltim Etam 27th November 2004
|